500 PERAK
Pada suatu hari, ketika musim liburan
sekolah seorang remaja yang sangat cerdas dan jujur panggil saja dia “ Hamid
“ setiap liburan panjang sekolah Hamid selalu memanfaatkan waktu libur
sekolahnya untuk pergi berlibur dan berdagang dengan pamannya di luar kota.
Hamid mulai belajar berdangang ketika lulus SD sampai SMA sekarang ini dimana
ada waktu luang disitu ada peluang.
Di hari pertama, Hamid bekerja tepat
pada waktu uhfxckjtahun baru ada seorang pembeli yang sangat aneh ketika
membayar buah dan langsung pergi pulang
, Hamid tersadar bahwa uang kembalian pembeli itu masih lebih 500 perak, tetapi
pembeli itu sudah tidak ada. Sepanjang hari itu hamid selalu memikirkan tentang
uang kembalian 500 perak tersebut.
Keesokan harinya, pembeli yang
kemarin datang lagi Hamid bertanya kepada dirinya “Apakah aku harus
mengembalikan uang 500 perak itu?”. Lalu
hati kecilnya berkata-kata “hem… pembeli inikan orang kaya perginya aja pakai
mobil ,rasanya kalau hanya uang 500 perak
tidak menjadi masalah baginya. Untuk membeli bensin aja tidak cukup”.
Namun, pada saat pembeli berada di
depan kasir untuk membayar , Hamid merasakan ada yang beda dengan hatinya mengajakuhghg
untuk mengembalikan uang pembeli tersebut, walaupun hanya 500 perak. Akhirnya
hamid mengembalikan uang itu dan berkata “kemarin, pada saat membayar buah uang
ibu masih lebih 500 perak”.
Pembeli itu berkata “Oh begitu,
terima kasih! Kenapa dikembalikan nak? Padahal cuma 500 perak itu sangat kecil
nilainya bagi saya sih tidak masalah” . Hamid pun menjawab , “Uang tersebut
bukanlah milik saya,sebagi seorang penjual saya harus belaku jujur
agar dapat dipercaya oleh pelanggan, saya sangat takut uang yang diperoleh
menjadi tidak berkah, mengundang murkanya Allah dan menjadikan saya jauh dengan
Allah Ta’ala”.
Ibu itu pun menangis berlinang
kesimpatian dab berkata, “Sebenarnya saya sengaja memberikan uang lebih
dan langsung pergi, saya ingin
mengetahui dan melihat kejujuran pedagang disini.”
Badan Hamid pun bergetar dan terasa
sampai ke ujung kaki lalu berdoa “astagfirullah! Hampir saja hambamu ini
terjebak dan menjual kehormatan sebagai pedagang dengan 500 perak , ampunkan aku ya Robb.”
Kini banyak sekali orang yang mudah
menukar keimanannya hanya dengan segudang rayuan, sepeser uang dan setumpuk
emas. Itu hanya untuk menumpuk harta, menambah koleksi istri simpanan, menambah
popularitas, dan mengeyangkan perut, tetapi sebenarnya itu semua hanya DUNIA.
Tanpa mengingat balasan yang akan diterima di dunia dan di akhirat nanti dan
banyak orang yang tidak sadar bahwa uang haram yang diperolehnya itu akan merubah
sikapnya dan menjadikan nyalaan api neraka untuk dirinya sendiri.
Karya: A . N



Tidak ada komentar:
Posting Komentar